Quiters, Campers dan Climbers

Ketika ada ajakan untuk mendaki gunung dan dikabarkan bahwa di puncak gunung ada pemandangan yang sangat indah, kedamaian, kesejukan, kesenangan yang menjanjikan dan kenahagiaan. Untuk mencapai puncak gunung itu jalannya berliku, mendaki dengan tanjakan terjal, jurang menganga, hutan lebat dan binatang buas yang siap menerkam. Ada tiga respon terhadap kabar dan ajakan tersebut. Ada orang yang tidak perduli bahkan berpikir buat apa capek-capek mendaki gunung, menentang bahaya dan menguras tenaga. Dia berpikir lebih baik tinggal dan menikmati yang ada. Kelompok lain meresponnya dan mencoba mendaki. Ketika sampai pada ketinggian tertentu dan melihat jalan yang akan dilalui semakin terjal, sementara di hadapannya terbentang padang rumput, telaga indah dan sejuk angin gunung, mereka memutuskan untuk berhenti, memasang tenda dan berkemah. Mereka cukup puas menikmati pemandangan yang ada. Kelompok kecil lainnya memandang bahwa tanjakan terjal, jurang, hutan lebat adalah suatu yang menantang untuk ditaklukan. Mereka memiliki kepercayaan diri yang kuat bahwa mereka mampu mencapai puncak. Mereka sangat cerdas menikmati keberhasilan dari setiap tahapan pendakian.

Paul G. Stoltz (1997) memandang respon terhadap pendakian itu sebagai kecerdasan keuletan atau ketangguhan. Dia membedakan kelompok-kelompok tersebut sebagai kelompok pecundang (quiters), kelompok penikmat (campers) dan kelompok pendaki (climbers). Quiters adalah mereka yang memiliki sifat dominan tidak ingin terlibat, keluar, berhenti atau menyerah dalam kompetisi untuk maju, untuk mendaki gunung. Mereka senang mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangan atau kegagalannya. Kelompok Quiters tahu bahwa hidup penuh persaingan, namun mereka tidak punya nyali untuk ikut berkompetisi. Mereka kalah sebelum berperang atau menyerah sebelum pertempuran selesai. Sifat mereka malas, suka menggerutu, suka menyalahkan orang lain, mudah menyerah dan suka serba instant. Mereka berpikir untuk menikmati keindahan gunung tidak perlu naik gunung tapi cukup melihat foto-foto gunung atau film, tidak perlu repot-repot mendaki naik saja helicopter. Stolzt menyebut mereka sebagai kelompok pecundang.

Campers merupakan kelompok terbesar dalam kehidupan ini. Mereka adalah orang yang memiliki kecenderungan untuk berhenti pada ketinggian tertentu dalam pendakian dan menikmati apa yang sudah dicapainya. Mereka lebih suka memilih bermain aman dari pada terus bekompetisi. Mereka cepat puas dengan keberhasilan yang diraih. Mereka dininabobokan oleh kesuksesan yang telah diraih.

Sumardi (2007) menyebutkan sebagian kelompok ini termasuk kaum hedonis. Mereka berprinsip reguklah hidup ini sepuasnya, hidup adalah hari ini. Mereka cenderung hanya memikirkan diri sendiri dan kurang memperhatikan orang lain, bahkan keluarganya. Mereka rajin bekerja, namun mereka lebih rajin menikmati hasil kerjanya untuk diri sendiri.

Climbers memandang kehidupan ibarat gunung tinggi dan terjal yang sangat manantang untuk didaki. Mereka adalah orang yang ulet, gigih, dan tabah. Setiap kesulitan yang menghadang dipandang sebagai tantangan dan jika mereka berhasil mengatasinya, mereka menikmati dan mensyukurinya. Mereka berhenti untuk menikmati keberhasilan sekaligus mengumpulkan tenaga dan kemudian melanjutkan pendakian berikutnya. Mereka orang yang sukses namun tidak mabuk kesuksesan. Mereka menjadikan kesuksesan sebagai motivator untuk meraih kesuksean berikutnya.

Ketika seorang Climber berhasil meraih kekayaan, dia menikmati kekayaan itu, mengamalkannya dan menginventasikan kekayaan itu untuk mendapatkan kekayaan lebih besar. Ketika seorang Climber berhasil menyelesaikan pendidikan S1, dia akan berusaha meraih S2 dan S3. Ketika mereka berhasil menjuarai sebuah keompetisi tingkat kecamatan, dia berusaha untukmenjadi juara tingkat kota, nasional bahkan juara dunia. Bagi seorang Climber tidak ada kata berhenti untuk berjuang. Mereka memiliki modal pokok kesuksesan : Vision, Focus & Action.

Video tentang Nick, seorang yang cacat tanpa tangan dan kaki, yang mampu mengatasi kekurangannya, seorang Climbers. Download.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: