Iklim Organisasi

Robert G. Owens mendefinisikan iklim organisasi sebagai studi persepsi individu mengenai berbagai aspek lingkungan organisasinya.
Sementara Keith Davis mengemukakan pengertian iklim organisasi sebagai ”The human environment within an organization’s employees do their work”. Pernyataan Davis tersebut mengandung arti bahwa iklim organisasi itu adalah yang menyangkut semua lingkungan yang ada atau yang dihadapi oleh manusia di dalam suatu organisasi tempat mereka melaksanakan pekerjaannya.
Senada dengan Davis, Renato Taguiri dan Litwin seperti dikutip Wirawan mendefinisikan Iklim organisasi sebagai kualitas lingkungan internal organisasi yang secara relatif terus berlangsung, dialami oleh anggota organisasi, mempengaruhi perilaku mereka dan dapat dilukiskan dalam pengertian satu set karakteristik atau sifat organisasi . Wirawanpun mengutip pendapat Litwin dan Stringer yang mendefinisikan Iklim organisasi merupakan suatu konsep yang melukiskan sifat subjektif atau kualitas lingkungan organisasi. Unsur-unsurnya dapat dipersepsikan dan dialami oleh anggota organisasi dan dilaporkan melalui koesioner yang tepat.
James L. Gibson dkk. Mengemukakan pengertian iklim organisasi sebagai ”Climate is s set of properties of the work environment perceived directly or indirectly by the employees who work in this environment and is assumed to be a major force in influencing their behavior on the job”. Gibson mengatakan bahwa iklim merupakan satu set perlengkapan dari suatu lingkungan kerja yang dirasakan secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan yang bekerja di lingkungan ini dan beranggapan akan menjadi kekuatan utama yang mempengaruhi tingkah laku mereka dalam bekerja.
Definisi lain tentang iklim organisasi dikemukakan oleh B. H Gilmer seperti dikutip Wayne K. Hoy yang menyebutkan bahwa iklim organisasi merupakan karakteristik yang membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya dan mempengaruhi orang-orang dalam organisasi tersebut. Sedangkan Steers menyebutkan bahwa iklim organisasi dapat dipandang sebagai kepribadian organisasi yang dicerminkan oleh anggota-anggotanya. Lebih lanjut Steers mengatakan bahwa iklim organisasi tertentu adalah iklim yang dilihat pekerjanya, tidak selalu iklim yang sebenarnya dan iklim yang muncul dalam organisasi merupakan faktor pokok yang menentukan perilaku pekerja.
Dari pengertian-pengertian yang dikemukakan tersebut jelas bahwa iklim organisasi berhubungan erat dengan persepsi individu terhadap lingkungan soasial organisasi yang mempengaruhi organisasi dan perilaku anggota organisasi. Karena konsep iklim organisasi didasarkan pada persepsi pribadi anggota organisasi, maka pengukuran iklim organisasi kebanyakan dilakukan melalui kuisioner. Beberapa kuisioner yamg telah dikembangkan untuk mengukur konsep iklim organisasi diantaranya adalah The Organizational Climate Description Questionnaire (OQDQ) yang dikembangkan oleh Andrew W. Halpin dan Don B. Croft untuk mengukur iklim organisasi sekolah, The Organizational Climate Questionnaires (OCQ) oleh Litwin dan Stringer serta The Business Organizational Climate Index (BOCI) oleh RL. Payne dan D.C Pheysey yang dikembangkan untuk bisnis.
Dalam konteks sekolah Wayne K. Hoy dan Cecil G. Miskel mendefinisikan iklim organisasi sekolah sebagai kualitas dari lingkungan sekolah yang terus-menerus dialami oleh guru-guru, mempengaruhi tingkah laku mereka dan berdasar pada persepsi kolektif tingkah laku mereka. Di samping itu Wayne menyebutkan bahwa “Organizational climate is a broad concept that denotes members shared perceptions of tone or character of workplace; it is a set of internal characteristics that disitnguishes one school from another and influences the behavior of people in scholls.” Iklim organisasi merupakan konsep yang luas yang diketahui anggota mengenai persepsi berbagi terhadap sifat atau karakter tempat kerja; ini merupakan karakteristik internal yang membedakan satu sekolah dengan sekolah yang lainnya dan mempengaruhi orang-orang yang ada di sekolah. Sementara Sergiovanni dan Starratt mendefinisikan iklim organisasi sekolah sebagai karakteristik yang ada, yang menggambarkan ciri-ciri psikologis dari suatu sekolah tertentu, yang membedakan suatu sekolah dari sekolah yang lain, mempengaruhi tingkah laku guru dan peserta didik dan merupakan perasaan psikologis yang dimiliki guru dan peserta didik di sekolah tertentu. Iklim sekolah merupakan karakteristik dari keseluruhan lingkungan pada suatu bangunan sekolah.
Wayne K. Hoy dan Cecil G. Miskel menyebutkan ada dua tipe iklim organisasi, yaitu iklim organisasi terbuka dan iklim organisasi tertutup. Pada iklim organisasi terbuka, semangat kerja karyawan sangat tinggi, dorongan pimpinan untuk memotivasi karyawannya agar berprestasi sangat besar; sedangkan rutinitas administrasi rendah, karyawan yang meninggalkan pekerjaan seperti bolos, ijin dan sebagainya juga rendah; perasaan terpaksa untuk bekerja juga rendah. Sebaliknya, pada iklim organisasi yang tertutup, semangat kerja karyawan sangat rendah; dorongan pimpinan untuk memotivasi karyawannya berprestasi sangat rendah; sedangkan rutinitas administratif tinggi, karyawan yang meninggalkan pekerjaan tinggi; perasaan terpaksa untuk bekerja juga tinggi.
Davis menyebutkan bahwa iklim organisasi dapat berada di salah satu tempat pada kontinum yang bergerak dari yang menyenangkan ke yang netral sampai dengan yang tidak menyenangkan. Majikan dan karyawan menginginkan iklim yang lebih menyenangkan karena maslahatnya, seperti kinerja yang lebih baik dan kepuasan kerja. Unsur-unsur yang mengkontribusi terciptanya iklim yang menyenangkan adalah : (1) kualitas kepemimpinan, (2) kadar kepercayaan, (3) komunikasi, ke atas dan ke bawah, (4) perasaan melakukan pekerjaan yang bermanfaat, (5) tanggung jawab, (6) imbalan yang adil, (7) tekanan pekerjaan yang nalar, (8) kesempatan, (9) pengendalian, struktur, dan birokrasi yang nalar, dan (10) keterlibatan pegawai, partisipasi.

Steers menyebutkan struktur organisasi, teknologi, lingkungan luar dan kebijakan serta praktek manajemen sebagai faktor pengaruh yang penting terhadap iklim organisasi.
Menurut Steers semakin tinggi “penstrukturan” suatu organisasi lingkungannya akan terasa makin kaku, tertutup, dan penuh ancaman. Sementara semakin otonomi dan kebebasan menentukan tindakan sendiri diberikan pada individu dan makin banyak perhatian yang diberikan manajemen terhadap karyawannya akan makin baik iklim kerjanya. Begitu juga dengan kebijakan dan praktek manajemen sangat mempengaruhi iklim kerja. Manajer yang membeikan lebih banyak umpan balik, autonomi dan identitas tugas pada bawahannya sangat membantu terciptanya iklim yang berorientasi pada prestasi, di mana karyawab merasa bertanggungjawab atas pencapaian tujuan organisasi.
James L. Gibson dkk. mengutip hasil penelitian Halpin dan Crofts menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi iklim organisasi antara lain 1) Esprit (semangat), 2) consideration (pertimbangan), 3) production (produksi) dan 4) aloofness (menjauhkan diri). Gibson juga mengutip pendapat Forehand yang mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi iklim organisasi sebagai berikut : 1) ukuran dan struktur organisasi, 2) pola kepemimpinan, 3) kompleksitas sistem, 4) tujuan organisasi dan jaringangan komunikasi. Sementara menurut Renato Taguiri seperti dikutip Robert G. Owens menyebutkan dimensi iklim organisasi antara lain :

  1. Ecologie, berhubungan dengan faktor lingkungan fisik dan material organisasi, sebagai contoh , ukuran, usia, fasilitas dan kondisi bangunan. Ini juga berhubungan dengan teknologi yang digunakan orang-orang dalam organisasi, seperti : meja dan kursi, papan tulis, elvator, segala sesuatu yang digunakan untuk menunjang aktivitas organisasi;
  2. milieu, berhubungan dengan dimensi sosial pada organisasi. Termasuk ke dalam dimensi ini segala sesuatu mengenai orang-orang dalam organisasi. Sebagai contoh, berapa banyak dan seperti apa mereka. Termasuk di sini ras dan etnis, tingkat penggajian guru-guru, tingkat sosial ekonomi siswa, tingkat pendidikan para guru, moril dan motivasi orang dewasa dan siswa dalam sekolah, tingkat kepuasan kerja, dan sejumlah karakteristik lainnya pada orang-orang dalam organisasi.
  3. sosial system, berhubungan dengan struktur organisasi dan administrasi. Termasuk dimensi ini adalah struktur organisasi sekolah, cara pengambilan keputusan dan siapa orang-orang yang terlibat di dalamnya, pola komunikasi di antara orang-orang dalam organisasi dan lain-lain.
  4. culture, berhubungan dengan nilai, sistim kepercayaan, norma dan cara berpikir yang merupakan karakteristik orang-orang dalam organisasi.

Litwin dan Stringer seperti dikutip Linda Holbche mengklasifikasikan dimensi iklim organisasi sebagai berikut :

  1. Tanggungjawab, karyawan diberi kebebasan untuk melaksanakan tugas dan menyelesaikannya, diberi motivasi yang lebih untuk melaksanakan tugas tanpa harus selalu mencari persetujuan manajer, diberi keberanian menanngung resiko dari pekerjaan tanpa rasa takut dimarahi.
  2. Fleksibilitas, karyawan diberi kebasan untuk lebih inovatif
  3. Standar, diperlukan untuk mencapai hasil yang memuaskan ditandai dengan adanya dorongan untuk maju
  4. Komitmen tim, orang akan memberikan apa yang terbaik yang mereka bisa lakukan jika mereka memiliki komitmen terhadap organisasi dan bangga berada di dalamnya.
  5. Kejelasan, kejelasan terhadap apa yang menjadi tujuan, tingkatan tanggungjawab, nilai-nilai organisasi. Hal ini penting diketahui oleh karyawan agar mereka tahu apa yang sesungguhnya diharapkan dari mereka dan mereka dapat memberikan kontribusi yang tepat bagi orgganisasi.
  6. Penghargaan, karyawan dihargai sesuai dengan kinerjanya. Manajer harus lebih banyak memberikan pengakuan daripada kritikan. Sistem promosi harus dibuat untuk membantu karyawan meraih puncak prestasi. Kesempatan berkembang harus menggunakan penghargaan dan peningkatan kinerja.
  7. Gaya kepemimpinan, ketika gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi yang ada maka hasil akan dicapai.

DAFTAR PUSTAKA

 

Davis, Keith., John W. Newstrom. Human Behavior at Work : Organizational Behavior, New York : McGraw-Hill, 1985

Djatmiko, Yayat H. Perilaku Organisasi, Bandung : Alfabeta, 2005

Duncan, W Jack. Organizational Behavior. Boston : Hounhton Mifflin. 1981

Gibson, James L., John M. Ivancenvich, James H. Donely, JR. Organizations : Structure, Processes, Behavior, Dallas : Business Publications, Inc, 1973

———. Organisasi : Perilaku, Struktur, Proses , terjemahan Nunuk Adiarni, Jakarta : Binarupa Aksara, 1996

Holbeche, Linda. The High Performance Organization : Creating dynamic stability and suistainble succsess, Oxford : Elsevier Butterworth-Heinemann, 2005

Hoy, Wayne K., Cecil G. Miskel. Educational Administration : Theory, Research, and Practice, Singapore : McGraw-Hill, 2001

Jewll, L.N., Marc Siegall. Psikologi Industri/Organisasi Modern, terjemahan Hadyana Pudjaatmak dan Meitasari, Jakarta: Arcan, 1998

Luthan, Fred. Organizational Behavior, New York: McGraw Hill,Inc., 1992

McComick, Ernest J., Industrial Psychology, New York: Prentice-Hall, 1985

Owens, Robert G. Organizatoinal Behavior in Education, Boston : Allyn and Bacon, 1995

Pugh, D.S., R.L. Payne. Oragnizational behavior in its context, England : Saxon House, 1997

Steers, Richard M. Efektivitas Organisasi, terjemahan Magdalena Jamin, Jakarta : Erlangga, 1985

Stringer, Robert. Leadership and Organizational Climate. New Jersey: Prentice Hall, 2002

Umstot, Denis D. Understanding Organizational Behavior: Concept and Applications, St. Paul : West Publishing Co., 1984

Usman, Husaini. Manajemen : Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara, 2006

 

About these ads

18 Tanggapan

  1. Selamat pagi Bapak,

    Salam Bapak,
    Saya Kharisma, bekerja sebagai seorang pegawai negeri, saya minta tolong Bapak, apakah Bapak punya Daftar Pustaka atau buku mengenai pengertian-pengertian Iklim Organisasi seperti yang tercantum dalam tulisan Bapak diatas. Kalau Bapak punya, saya minta tolong untuk di -list-kan daftar pustaka berikut judul bukunya,
    Terima kasih sebelumnya atas bantuannya.

    Salam,
    Kharisma

  2. selamat siang
    terimaksih atas tulisannya yang berguna untuk menambah daftar bacaan saya dan saya berharap dapat dibantu untuk mendapatkan judul buku penunjang tulisan ini. tksh

  3. selamat sore,
    saya seorang mahasiswa di jurusan ilmu informasi dan perpustakaan,
    saya mengucapkan terimakasih karena materi ini telah membantu saya menyelesaikan tugas komunikasi organisasi.

  4. selamat pagi ,
    saya minta ijin untuk mengcopy materi ini untuk tugas kuliah saya ..
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih. :)

  5. slamat siang pak, sy rusman sangat butuh buku tentang iklim organisasi sept dlm daftar pustaka bapak. sekiranya bapak mau menolong sy u memiliki buku spt itu krn sy tdk bs mendptkn di sulbar. sy akan transfer danax jika bpk bersedia. trims.

  6. Saya mus, saya tertarik dengan tulisan Bapak, saya ingin menggali lebih dalam lagi mengenai iklim organisasi, saya ingin menanyakan apakah untuk mengukur iklim organisasi hanya menggunakan kuesioner saja? setahu saya kuesioner dapat berakibat bias dalam penelitian, mohon dijelaskan lebih dalam lagi. terima kasih

  7. saya mau mencopy, untuk bahan penulisan saya, yang otomatis saya cantumkan nama bapak. makasi atas partisipasinya

  8. melly, on october 10,2011 saya pengen tau ne iklim organisasi yg tidak menyenangkan apa saja ya .
    mksih

  9. slmat pagi, yang saya ingin tanyakan, apa perbedaan iklim organisasi dan iklim kerja …trimaksih

  10. Whatever seriously influenced you to publish “Iklim Organisasi Gurutisna”?
    I reallytruly liked the blog post! Thanks for your time ,Amado

  11. Selamat malam pak.. pak saya boleh bertanya??
    Buku karangan Steers, Richard M. Efektivitas Organisasi, terjemahan Magdalena Jamin, Jakarta : Erlangga, 1985..
    punya gk pak? saya boleh foto copy pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.720 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: